|
Di sebuah desa, hiduplah seorang tabib yang sangat terkenal. Dia sangat pandai menyembuhkan segala jenis penyakit. Sudah banyak orang yang merasakan kehebatannya tersebut. Kabar tentang tabib tersebut sudah meluas sampai ke kota seberang. Nun jauh di kota seberang, seorang anak kecil tampak gelisah, karena sapi satu-satunya yang dia miliki sedang sakit parah. Sehingga dia tidak bisa membajak sawah peninggalan ayahnya. Sudah banyak cara dia lakukan untuk menyembuhkannya, namun tak satupun membuahkan hasil. Ketika dia mendengar kabar tentang tabib yang sangat pandai dari kota seberang, dia sangat senang. Kemudian dia mempersiapkan segala sesuatunya untuk pergi ke kota itu. Sesampainya di kota, dia langsung bertemu dengan tabib itu. Namun sang tabib sangat terkejut, karena ternyata yang sakit bukan manusia, melainkan binatang. Dengan berat hati, dia menuruti keinginan anak itu untuk ikut dengannya, kemudian mengobati sapinya yang sedang sakit. Sesampainya di rumah si anak, dengan sangat terpaksa sang tabib mulai berdoa : "Wahai sapi, kalau kau ingin sembuh, sembuhlah. Tapi kalau kau tak ingin sembuh, maka matilah sekarang juga." Beberapa hari kemudian, sapi tersebut mulai membaik kesehatannya, sampai akhirnya sembuh total dari penyakitnya. Si anak pun sangat senang, dia semakin yakin akan kemampuan sang tabib. Nun jauh disana, di kota seberang, terdengar kabar bahwa sang tabib hebat menderita penyakit aneh. Tabib lain pun tak mampu mengatasinya. Kabar itu juga terdengar anak kecil itu. Dia merasa berhutang budi pada tabib itu, dan dia ingin mendoakannya. Maka, tanpa pikir panjang, dia berangkat ke kota itu dengan membawa sapinya, untuk mendoakan sang tabib. Sesampainya di rumah tabib tersebut, dengan segera dia berlutut di samping pembaringan, dan berdoa dengan suara keras di depan semua orang, "Wahai Bapak, kalau kau ingin sembuh, sembuhlah. Tapi kalau kau tak ingin sembuh, maka matilah sekarang juga."  ************************************* Apa yang kita tabur, itulah yang akan kita tuai. (disarikan dari: Setengah Isi Setengah Kosong - Parlindungan Marpaung) |